Saat mendengar, melihat, membaca, kata "gratis" yang pertama orang
fikirkan pada umumnya adalah "gak bayar sama sekali alias cuma2", dan
ketika mendengar, melihat dan membaca kata "diskon" yang pertama orang
fikirkan pada umumnya adalah "potongan harga alias kortingan". Namanya
jg orang umum ya pasti pengertiannya umum jg.
Di dunia marketing, kata apa saja bisa menjadi bed
a
arti, tujuannya apa lagi kalo bukan untuk menarik minat konsumen,
sebagai contoh iklan sampo yg diperankan oleh Anggun dg kata2 khasnya
"jadi duta sampo lain ahaghaghag" padahal blm tentu Anggun sendiri pakai
sampo tersebut, minimal gak setiap keramas pake itu lah, kadang2 emeron
siapa yang tau ?
Saat ini yg sedang gencar di beberapa
platform aplikasi jual beli, dan manjur sekali untuk menarik minat
konsumen adalah promo "gratis ongkir" nah ketika orang pertama sekedar
dengar atau membaca mungkin taunya ya seberapapun jumlah beli dan nilai
transaksinya pasti "gratis biaya kirim tanpa bayar sepeserpun" , tapi
saat menggunakan dan memahami tentang batasan dan penggunaannya,
akhirnya orang paham bahwa ternyata kata "gratis ongkir" tak lebih dari
"diskon" saja, padahal makna awal secara umum 2 kata tersebut jelas
beda.
Tapi apapun itu meskin hanya diskon saja faktanya minat
pembeli tetap tinggi, terutama bagi orang2 yg lebih senang belanja di
online shop, dan paling tinggi peminatnya adalah orang2 "mager", tinggal
tak tik tak tik, barang sampai rumah, tanpa harus keluar rumah
panas/hujan dijalan belum lagi biaya parkir dan macet dijalan, tentu ini
adalah nilai lebih dari aplikasi tersebut, tak ayal pada akhirnya pihak
expedisi sendiri yang kewalahan karena saking overload nya barang masuk
dan mesti segera dikirim, apakah orang akan protes dg kondisi traffic
proses kirim dan terima barang yg terlambat ? Untuk orang2 yg
menggunakan fasilitas "gratis ongkir" sy kira jarang yang komplen, tapi
untuk orang2 yg bayar fullpayment jasa expedisi sy yakin akhirnya
dongkol jg.
Dalam profesionalitas kerja mestinya tak ada beda
dalam pelayanan, karena sy yakin sudah ada kesepakatan antara pemilik
aplikasi dan penyedia jasa expedisi. Tapi sebagai orang yg tau diri sy
sendiri jg kadang gak akan banyak protes karena menggunakan jasa
tersebut "gratis kok minta cepat".
Nah pokok dari masalah
tersebut sebenarnya adalah kita sebagai konsumen dalam proses menerima
informasi agar tak salah paham dalam mendengar, membaca sebuah penawaran
(informasi) dan lebih pada pemahaman kita dalam mengerti isi berita
atau penawaran tsb, bukan serta merta merasa raja, atau merasa punya
lalu menafikan informasi yg ada. Sebagai manusia kadang kala kita bukan
kurang membaca atau mungkin tak kurang jg dalam mendengar, tapi cuma
kadang kurang/belum lengkap dalam memahami berita.
Jare wong jaman biyen "Pangan mentah we enak kok repot2 nggodok"
Posting Komentar